he’s becoming one of the legendary. huge applause!

he’s becoming one of the legendary. huge applause!
detik digital pada kanan bawah layar windows adalah satu satunya penunjuk waktu saya malam ini. mungkin saya akan tidur sedikit larut malam ini. ini adalah kesempatan langka, mungkin, di tahun tahun selanjutnya, untuk menikmati waktu dengan ibu, teman, keluarga saya. dengan Jakarta. dengan ruangan kaca gelap berlampu kombinasi bohlam-neon yang aneh ini.
tak henti-hentinya saya mengagumi keajaiban yang warna warni di sekitar saya. Miracles are always there. padahal saya belum melakukan apa apa.
sebagai orang yang sangat suka hal hal rasionalis, saya seringkali menemukan diri saya menikmati kebesaran-Nya tidak dalam untaian puitis, tetapi justru pada unsur unsur yang mungkin paling sepele dalam keseharian. disitulah indahnya.
semoga keindahan ini terus ada.
i really want to have a small outdoor wedding party with them as the background musician…… 8 years from now. ha ha lol
tadi pagi baca dari milis, ada yg ngirim gambar2 ini. simpel, tapi berarti man.
dont you realize that people tend to act as a hero to other people, while at the same time they do not realize that what they do is just giving a presentation of ideal condition which CAN NEVER be implemented whatsoever in their surrounding.
its the feel of being appreciated by other people instead, that lead them to do something. no wonder we never get the answer.
iseng iseng dengerin lagu yang udah lama banget gak diputer. dari Syaharani. lagu ini sempet jadi lagu wajib band saya semasa SMA. barusan, setelah didengerin lagi..
Engkau datang ketika aku jatuh bangun dan jatuh
dalam langkah menyusuri
kehidupanku yang kelam
dan hampir-hampir ku tak dapat menyadariDirimu hadir bagaikan sinar menerangi jalanku
kau tunjukan arah mana yang kini harus ku tumpuh
agar ku tak sesat seperti duluBersama bayanganmu kasih
Seakan-akan ku terjaga dari mimpi2
dari kehidupan yang semu
dan melenakanku membuatku lupa akan segala-galanyaHari ini …….
hari ini aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
bila esok sinar mentari pagi tak bersinar lagi
aku-kan menuju cita-cita yang pasti
kok sentimentil ya. liat liriknya mungkin agak norak. tapi coba deh dengerin lagunya. syaharani, sesaat kau hadir. you’ll know what i mean.
waduh waduh hampir lupa. kalo lupa suka ada yg ngambek. he he.
happy anniversary mu.
Judul superamatir yang mestinya ditulis anak2 10 tahun yang lalu. he he. sembari nunggu EURO nih, perancis lawan belanda
aneh tapi nyata, ternyata blue energy yang selama ini di dengung2kan ternyata sebuah kebohongan besar. hebatnya, presiden sempat simpatik untuk menjadikan proyek ini sebagai terobosan untuk solusi kelangkaan energi yang berasal dari minyak. maaf saya gak sempat menulis ulang artikel. ini dari detik.com :
Jakarta – Blue energy yang sempat diperlihatkan kepada Presiden SBY masih misteri. Apakah blue energy buatan Joko Suprapto cs ini memang bahan bakar dari air? Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pernah mengujinya. Ternyata bahan bakar blue energy itu mirip dengan solar yang terbuat dari fosil.
Hasil uji BPPT terhadap blue energy ini dipaparkan oleh Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman dalam jumpa pers di gedung BPPT, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2008). Kusmayanto didampingi Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Unggul Priyanto dan peneliti Balai Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT Prawoto.
“Setelah dianalisa, dapat disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukanlah hal aneh. Tapi, merupakan varian dari minyak diesel dari bahan bakar fosil,” kata Kusmayanto.
Bagaimana BPPT bisa mendapatkan blue energy? Kusmayanto menceritakan bahwa BPPT pernah mendapat kiriman 1 jiriken bahan bakar. Jiriken itu bertuliskan blue energy.
Sumber di BPPT membocorkan bahwa blue energy inilah yang pernah diperlihatkan kepada Presiden SBY oleh tim dari Heru Lelono dan Joko Suprapto cs dan pernah dipamerkan di arena Konferensi Climate Change di Bali akhir 2007 lalu. Anehnya, BPPT mendapatkan blue energy ini bukan dari PT Sarana Harapan Indo (SHI) Corp – perusahaan yang mengembangkan blue energy -, tetapi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Dephub.
Menurut Kusmayanto, setelah mendapatkan 1 jirikan blue energy ini, peneliti BPPT melakukan dua tahap pengujian. Tahap pertama, membandingkan blue energy dengan bahan bakar solar reguler dan petradex produksi Pertamina yang biasa dijual di SPBU.
Lalu, pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan blue energy tersebut. “Pengujian yang kedua ini, kita mau tahu dari mana kira-kira bisa dapat satu jiriken ini,” kata Kusmayanto.Pengujian terhadap blue energy ini dilakukan dengan mobil Isuzu Panther. “Dari hasil itu, dapat diketahui bahwa 80% blue energy itu sama atau mirip dengan solar regular dan petradex,” jelas Kusmayanto.
gila ya. sebuah pesta akbar international climate change conference bisa meloloskan penelitian yang semu tanpa pengawasan. dan Presiden setuju lagi untuk mengembangkannya. jangan jangan simbol kecerobohan ini makin berkembang seperti badan intelejen Inggris yang dokumen mliternya tertinggal di kereta (saya tidak membahas lebih lanjut ttg ini, jadi baca republika hari ini).
betapa mahal ketelitian akhir2 ini.
having my earphone plugged in while driving i car, once again i tore up cipularang highway at night. well, you know me. my favourite lane is the leftmost of the road. i just cant stand for those slow, lame trucks. i have to keep my car in high speed, otherwise it is so boring so that i could easily fell asleep. moreover, the other thing that i like while driving is singing. i sing a lot while driving. i turn down the volume and sing out loud (in order to keep my voice clear so that i can hear my own voice).
an absolute nighmare
suddenly i remember the conversations i had just before leaving Bandung, during the dinner invitation held by my local manager, Mr. Faisal in pasir kaliki square, Bandung. he said that somehow
we should have our international driving lesson here in Indonesia, otherwise the cost would be very high (up to $2000) if it is taken in Japan. He encouraged us to take it in case there is a need for emergency usage. besides, having an international driving lesson would always be a huge personal advantage at work.
once we’ve done with the dinner, we went to the small discussions about that. and yes, you are right. what the hell who cares. we do not need any car anyway there, we concluded. or probably, we do not need it yet..
better put our concentration more in those kanji, eh…
but then i start thinking. if someday i do need an international driving license, how in the hell name can i possibly pass the test back there in japan, since my way of driving is a total disaster?
Dalam rangka memberikan motivasi bagi para pengejar wisuda juli, kami, beberapa perwakilan wisudawan sebelum kalian mengadakan kumpul2 di rumah saya, sebuah wilayah pedalaman cibubur yang masih asri bertaburan bintang bernuansa jangkrik elektrik. Diapilihnya tempat saya ini memang sungguh tanpa ancang2 karena saya pun tidak tahu sampai H-1. Kejam memang anak elektro. Alhasil saya pada siang harinya harus melakukan persiapan sendiri menggunakan kemampuan yang didapat di mata kuliah Antena dan propagasi-nya pak Herman, yaitu memasang antenna TV (PF 5000) beserta boosternya di genteng kiri (kiri apa kanan patokannya dari mana??!) sembari membuat splitter indovision untuk ruang tengah. TV sukses. Tapi splitter bermasalah karena adanya noise yang tidak diinginkan. Itu bukan hanya noise AWGN dan noise disipasi thermal lho! Ini dibuktikan dengan………. (males).
Peduli amat! Saya gak akan deh ngebahas disini. Lulus B udah cukup. Gak perlu dibahas hehe.
Acara dimulai dengan (mencoba) membuat BBQ citarasa baru (menggunakan saus campuran tomat mentega dan teriyaki sauce tanpa direndam, ini termasuk irisan sosis yang dibuat tidak seperti biasanya untuk menghindari di-cap mainstream):
Kali ini, para bonita menunjukkan ke(tidak)ahliannya dalam memasak, ditunjukkan dengan perdebatan panjang dan berlarut-larut mengenai “apakah sosis itu dibuka dulu bungkusnya atau tidak?” dan pergerakan sayatan pisau yang amat perlahan, menunjukkan mereka tidak biasa menggunakannya. Hehe piss. Si nisa dan ina tata malah berdebat mengenai apakah daging ini perlu direndam saos karena rasanya udah terlalu asin. Bah peduli amat. Tetep aja abis tuh sama gua.
Acara kemudian dilanjutkan dengan bermain Nintendo WII. Console anyar kapitalis yang sangat kreatif dalam hal desain dan menstimulus kerja otot. Console ini baru dibeli saudara Erick, rekan saya. Maklum, beliau adalah pekerja minyak di yaman (timur tengah klo gak salah), yang gajinya lebih dari harga 3 buah laptop macbook Pro dijadikan satu. Plus, nilai pajak pendapatan di Negara tersebut kecil dibandingkan US dan eropa. Jadi, ini kesempatan kami untuk mencoba barang2 yang gak akan terjangkau sama kami kecuali kami dapet doorprize dari kuis SMS. Berikut adalah cuplikan pergerakan badan saat main WII-boxing :
Keesokan harinya, reuni ditutup dengan pertandingan klasik sepakbola dilapangan mini nan murah yang bias di lego berapa jam mainnya (kings futsal plaza cibubur).
dan kemudian mandi massal . setelah rapi, ini fotonya :